tag
Bulutangkis
Kuliah 2 Kali Seminggu

Pebulutangkis Juga Ujian

Kamis, 18 Juli 2013 09:25 WIB
Beberapa pebulutangkis harus jalani ujian semester di kampus.
  • Pebulutangkis Juga Ujian

    Atlet bulutangkis kembali ke kampus untuk ujian semester.

  • Pebulutangkis Juga Ujian

    Atlet bulutangkis kembali ke kampus untuk ujian semester.

  • Pebulutangkis Juga Ujian

    Atlet bulutangkis kembali ke kampus untuk ujian semester.

  • Pebulutangkis Juga Ujian

    Atlet bulutangkis kembali ke kampus untuk ujian semester.

  • Pebulutangkis Juga Ujian
  • Pebulutangkis Juga Ujian
  • Pebulutangkis Juga Ujian
  • Pebulutangkis Juga Ujian
Beberapa atlet harus menjalani ujian semester mata kuliah manajemen keuangan, Rabu (17/07/13). Sebagain lagi kembali belajar melahap materi pelajaran dari dosen pengajar.

Kuliah versi para atlet sangat berbeda dengan mahasiswa pada umumnya. Keterbatasan waktu membuat mereka mendapatkan dispensasi untuk mengikuti kuliah hanya dua kali dalam seminggu.

Pertemuan pertama tetap di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, dan sesi kedua mereka harus berangkat ke salah satu kampus swasta di Jakarta.

Sebanyak 16 atlet mengikuti perkuliahan di jurusan D3 akuntansi dan perpajakan, antara lain Aprilia Yuswandari, Linda Wenifanetri, Maziyyah Nadhir, Greysia Polii dan Anggia Shitta Awanda.

Gebby Ristiyani Imawan, Della Destiara Haris, Richi Puspita Dili, Ayu Wanda Tika Wulandari, Siswanto dan Arief Gifar Ramadhan juga mengambil mata kuliah yang sama.

“Kuliah setiap Rabu dan Sabtu siang karena saat itu libur latihan. Hari Rabu kuliah di Cipayung karena besok kami harus berlatih. Kalau hari Sabtu di kampus Trisakti” jelas Aprilia di Cipayung, Rabu (17/07/13).

Soal pengaturan waktu, para atlet mengaku tidak terlalu terbebani. Waktu dan metode pengajaran yang fleksibel membuat mereka sangat terbantu.

“Sama sekali tidak kesulitan atau mengganggu konsentrasi sebagai atlet, malah rasanya seru. Jadwal disesuaikan dan teman-teman semua di sini saling membantu kalau ada kesulitan,” jelas Anggia.

Sambil terus berusaha meraih prestasi tertinggi di bulutangkis, Anggia dan kawan-kawan sangat menyadari pendidikan sebagai modal masa depan. Tidak selamanya mereka akan memainkan raket.

“Pendidikan itu penting. Kalau nanti kami sudah tidak di bulutangkis lagi, kami punya bekal ilmu pendidikan,” ungkap Anggia memberi alasan mengikuti kuliah.


Editor : Jhon Purba

  • comment
Komentar