tag
Bulutangkis
Indonesia Open Super Series 2014

Indonesia Tanpa Tunggal Putri

Kamis, 19 Juni 2014 22:22 WIB
Indonesia tak mengutus satupun pebulutangkis tunggal putri di perempatfinal Indonesia Open.
  • Indonesia Tanpa Tunggal Putri
    Ratno Prasetyo-INDOSPORT
Indonesia tanpa wakil diperempatfinal setelah Adrianti Firdasari gagal mengatasi Li Xuerui pada babak kedua, Indonesia Open Super Series 2014 di Istora Senayan Jakarta, Kamis (19/06/14).

Wakil satu-satunya Indonesia dibabak kedua ini harus mengakui ketangguhan unggulan pertama kejuaraan dengan total hadiah 750 ribu dolar AS ini dengan dua game langsung 12-21, 19-21.

Firdasari yang mendapatkan dukungan penuh dari suporter yang hadir di Istora sebenarnya tampil percaya diri sejak awal game pertama dan bahkan mampu bersaing dengan ketat melawan pemain rangking satu dunia itu.

Hanya saja upaya yang dilakukan pemain tunggal putri senior Indonesia itu belum membuahkan hasil setelah sang lawan lebih bermain taktis. Firdasari akhirnya menyerah dengan skor 12-21.

Memasuk game kedua, Firdasari bermain lebih agresif. Kondisi ini membuat perolehan poin lebih ketat dibadingkan game pertama. Pemain rangking satu dunia itupun bahkan dibuat kerepotan saat mengembalikan bola.

Meski terus tertinggal, pemain binaan klub Jaya Raya Jakarta tetap bermain tenang dan membuat perolehan poin mendekat. Hanya saja pemain asal China itu lebih beruntung dan mengakhiri game kedua dengan 19-21.

"Li Xuerui sangat cepat dan memiliki pukulan yang tajam. Ini yang membuat saya kesulitan. Tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin," kata Firdasari usai pertandingan.

Menurut dia, pemain rangking satu dunia itu memiliki kemampuan yang kompleks. Li Xuerui selain bagus dalam menyerang juga bagus dalam bertahan. Kondisi ini membuat dirinya sering kesulitan untuk mengumpulkan poin.

Hasil kurang bagus disektor tunggal baik putra dan putri langsung mendapatkan sorotan dari Kasubid Pelatnas PBSI Ricky Soebagja, yang juga manajer tim Indonesia pada kejuaraan dengan total hadiah 750 ribu dollar AS itu.

Menurut Ricky, khusus untuk tunggal putri, mental memegang peranan penting. Pihaknya melihat semangat juang pemain kurang maksimal. Kondisi ini membuat penampilan semua pemain yang diturunkan tidak sesuai dengan harapan.

"Banyak sekali yang harus segera diperbaiki. Soal teknik dan fisik itu jelas sekali masih kurang. Tapi yang paling penting adalah mental dan semangat juang," kata Ricky Soebagja dengan tegas.

Khusus untuk tunggal putri, Tim Indonesia pada kejuaraan yang didukung penuh oleh Djarum Foundation itu menurunkan tujuh pemain yang enam diantaranya harus diterhenti dibabak pertama termasuk pemain tunggal putri andalan Indonesia seperti Bellaetrix Manuputty.

 

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Indonesia Open
Penulis : Irfan Fikri

Tag Terkait

#Indonesia Open 2014
  • comment
Artikel Terkait
Komentar