tag
Bulutangkis
Indonesia Open Super Series 2014

Istora Angker buat Owi

Sabtu, 21 Juni 2014 20:39 WIB
Liliyana Natsir mengaku cukup susah menjuarai Indonesia Open bersama Tontowi Ahmad.
  • Istora Angker buat Owi
    Herry Ibrahim/INDOSPORT

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda campuran Indonesia.

Kalah melaju ke final BCA Indonesia Open Super Series 2014 memperpanjang rekor buruk Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Rekor buruk Owi di Istora Senayan berlanjut, Sabtu (21/06/14).

Meski Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjadi hat-trick juara All England, namun untuk meraih gelar di kandang sendiri diakui sulit oleh pasangan yang kini menduduki peringkat 2 BWF.

Ganda campuran Indonesia kembali gagal menyandang gelar juara usai dikalahkan pasangan China, Xu Chen/ Ma Jin dengan skor 21-18, 12-21, 15-21 di semifinal.

Dalam jumpa pers, Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir mengatakan, "Ini pembelajaran buat kami.Susah sekali mau juara di Indonesia Open."

"Mungkin Owi (Tontowi Ahmad) tidak mau juara di Indonesia Open," canda Butet kepada rekan ganda campurannya.

Butet sejatinya ingin merasakan juara bersama Owi. Sebelumnya pemain asal Manado itu sudah merasakan juara Indonesia Open bersama Nova Widianto dan Vita Marissa.

Sedangkan bersama Owi, prestasi terbaiknya masuk final pada Indonesia Open 2012. Saat itu Owi menyerah dari pasangan Thailand, Suket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

"Kami juara All England tiga kali tapi di sini (Indonesia Open) kami tidak menang. Istora memang angker buat saya. Pastinya kami kecewa tidak dapat memberikan gelar juara di Indonesia Open," ujar Tontowi.

Baca juga artikel-artikel sejenis di liputan khusus Indonesia Open
Penulis : Niken Purnamasari
Editor : Yusuf Abdillah

Tag Terkait

#Indonesia Open 2014 #Tontowi Ahmad #Liliyana Natsir
  • comment
Artikel Terkait
Komentar