tag
Bulutangkis
Gagal Total di Indonesia Open 2014

PBSI Evaluasi Program Latihan

Senin, 23 Juni 2014 19:29 WIB
PBSI ungkap rencana mengevaluasi program pelatnas bulutangkis.
  • PBSI Evaluasi Program Latihan
    Ratno Prasetyo / INDOSPORT

    Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengatakan akan mengevaluasi program latihan di pemusatan latihan nasional (pelatnas) bulutangkis yang selama ini terpusat di Cipayung, Jakarta, Senin (23/06/14).

Rencana mengevaluasi  program latihan pelatnas mencuat setelah kegagalan total Indonesia di ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014. Indonesia sebagai tuan rumah tidak berhasil meraih satu gelar pun dari Indonesia Open 2014 yang berakhir, Minggu (23/06/14).

Sebelumnya harapan besar dibebankan kepada ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra) untuk memberi prestasi dari Indonesia Open 2014.

Sedang harapan akan muncul generasi penerus dari beberapa pemain muda dan pelapis juga tidak terwujud karena terhenti di babak 16 besar.

“Terus terang saja kita gagal. Tahun lalu kita dapat satu gelar dan sekarang tidak ada. Ini menjadi bahan evaluasi. Perlu diingat lawan sudah membaca kekuatan kami. Dari segi permainan harus ada yang diubah,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky.

Rexy menjelaskan kegagalan juga diakibatkan program latihan yang ada selama ini tidak berubah dan bervariasi, hanya itu-itu. Hal ini akan dijadikan PBSI sebagai batu loncatan untuk memperbaiki diri.

Pengakuan juga datang dari Ricky Soebagdja. Ricky yang menjabat sebagai manajer tim Indonesia Open 2014 menyayangkan performa atlet.

“Kalau melihat kelasnya, Tontowi/Liliyana dan Hendra/Ahsan sudah seharusnya bisa menjadi juara. Bukan hanya mereka, tunggal putra, tunggal putri dan ganda putri juga targetnya realistis ke semifinal,” ujar Ricky.

“Target tidak tercapai, kami minta maaf karena belum bisa memenuhi target. Evaluasi pasti ada, minggu depan kami akan bertemu tim pelatih dan membicarakan arah selanjutnya. Kami tak mau cuma berpartisipasi saja di turnamen, tapi juga harus berprestasi.”

Satu pemain yang melahirkan harapan adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo. Dengan usai 19 tahun, Kevin yang turun di dua nomor dianggap berhasil memberi perlawanan kepada pemain-pemain top dunia.

Di ganda putra, Kevin berpasangan dengan Selvanus Geh melaju hingga babak 16 besar sebelum tersungkur dengan skor 21-23 dan 19-21 dari Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin asal Taiwan.

Turun di ganda campura berpasangan dengan Greysia Polii, Kevin mencipta kejutan dengan mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei dengan skor 15-21, 21-18 dan 23-21. Zhang Nan/Zhao Yunlei adalah juara Olimpiade 2012 London asal China.


Penulis : Jhon Purba

Tag Terkait

#Indonesia Open 2014
  • comment
Artikel Terkait
Komentar